Dalam hidup ini, kita tidak bisa memilih datang lebih dulu atau belakangan. Kita hadir dengan tahun yang berbeda, cara tumbuh yang tak serupa, dan luka-luka yang tak bisa dibandingkan. Tapi dari sekian banyak perbedaan, kita bertemu—di waktu yang mungkin tak ideal, tapi hati kita berusaha menyesuaikan irama.
Bukan soal angka yang memisahkan kita. Karena cinta tak pernah mengenal batas usia. Ia hanya tahu bagaimana cara hati saling merangkul, tanpa memaksa. Karena kedewasaan tak selalu datang dari waktu yang panjang, tapi dari seberapa dalam seseorang memahami arti hadir untuk sekitar.
Kita tidak butuh yang selalu sepaham, tapi kita butuh seseorang yang mau mengusahakan arah yang sama. Kita tidak harus selalu setuju, tapi kita bisa tetap sejalan. Dan saat dunia mencoba memisahkan kita lewat perbedaan yang terlihat, mari ingat: rasa yang nyata tak pernah tumbuh dari keseragaman, tapi dari penerimaan.
Seumur hidup itu lama. Terlalu lama jika dijalani dengan orang yang tak benar-benar melihat kita. Maka senantiasa bersama, bukan hanya karena nyaman atau cocok sementara, tapi karena kita tahu cara menghargai kehadiran masing-masing, bahkan di hari-hari kita merasa tak pantas dicintai.
Kita tak mencari yang sempurna, atau yang serba bisa. Kita hanya ingin seseorang yang tahu bahwa cinta bukan tentang siapa yang lebih tua atau muda, tapi tentang siapa yang bersedia berjalan berdampingan, menatap ke arah yang sama, meski langkah kita berbeda cepatnya.
Jika suatu hari nanti kita lupa bagaimana caranya menjelaskan rasa, saling peluklah seperti hari pertama kita saling percaya. Karena dalam diam pun, orang yang benar-benar menghargai akan tahu: ada cinta yang tak butuh banyak kata, hanya butuh dipahami tanpa terburu-buru.
Jadi, jika kita saling bertanya kenapa memilih tetap tinggal meski jalan kita tak selalu rata—karena kita saling percaya, tidak perlu menjadi tua dulu untuk dimengerti. Kita setara, karena kita saling menghargai. Dan itu lebih dari cukup untuk menjadikan cinta kita bertahan, seumur hidup.
Komentar
Posting Komentar